DEMA SEKARANG MAU DIBAWA KEMANA?

Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta hingar bingar dengan wajah barunya. Melalui pemilihan ketua DEMA yang telah dilaksanakan secara online pada tanggal 13 Januari 2021, tampak sudah masa depan cerah aktivisme mahasiswa dibawah tangan para pemimpin muda. Tepat pada tanggal 14 Januari 2021 kalimat selamat dan sukses dihaturkan kepada ketua DEMA Kabinet Revolusi masa bhakti 2021-2022 dengan Ketua DEMA I Kak Ali Marzuqi, Ketua DEMA II Kak Abdul Wahid dan Ketua DEMA III Kak Agan Priam Bagus. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik, memimpin yang ikhlas bukan karena mau dihargai, mencari kedudukan dan mencari muka seperti nasehat K.H Mahrus Amin dalam keikhlasan mengasuh santri.

            Pada hari Senin 18 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, DEMA melakukan siaran langsung ‘POMADE Podcast Mahasiswa DEMA’ dengan mengusung tema “DEMA sekarang, mau dibawa kemana?”

            Dalam podcast yang dihadiri oleh bintang tamu Kak Wahid dan Kak Agan sebagai Ketua DEMA baru banyak disampaikan informasi mengenai rencana pergerakan-pergerakan DEMA yang siap menyambut Universitas Darunnajah.

            Disampaikan bahwa nama DEMA Kabinet Revolusi dipilih pada tahun masa bhakti 2021-2022 karena mengandung harapan semoga dengan nama ini dapat memberikan pembaruan-pembaruan khususnya untuk DEMA baik secara pergerakan, pemikiran, inovasi, sehingga kedepannya DEMA memiliki ciri khas sendiri dan jati diri untuk menarik para mahasiswa agar memiliki andil dan aktif dalam bidang akademik dan non akademik kampus.

DEMA TIDAK AKAN HIDUP TANPA MAHASISWA’

            Jargon ini disampaikan Kak Ali pada podcaster saat wawancara, hal ini didasarkan karena setiap lini dari DEMA diisi oleh mahasiswa, maka DEMA hidup karena mahasiswa, dan mahasiswa adalah kita.

            Lalu mau dibawa kemana DEMA Kabinet Revolusi ini?

Dema Kabinet Revolusi akan melakukan banyak kegiatan terkhusus menghidupkan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), mendisiplinkan UKM, menuntaskan program AKPAM, mengadakan kegiatan webinar, workshop, kaderisasi serta semua kegiatan kemahasiswaan dan mahasiswa itu sendiri akan digerakkan agar lebih aktif dan berkualitas. Sehingga mahasiswa sadar bahwa dirinya adalah maha yakni seorang penuntut ilmu yang besar tidak lagi setara dengan anak SD, SMP atau SMA, tapi kita adalah Mahasiswa, maha artinya “ter” dan siswa artinya “pelajar” jadi kita sebagai mahasiswa tidak hanya sekedar belajar dibangku kuliah dan mempelajari bidang yang dipelajari tapi juga mengaplikasikan serta mampu menginovasi dan berkreatifitas tinggi dalam bidang tersebut.

‘APA ITU AKPAM?’

Akpam yakni Angka Kredit Penunjang Akademik Mahasiswa sebuah program baru yang diusung DEMA merupakan suatu program pemicu semangat para mahasiswa agar aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus, dengan kata lain program ini adalah barometer keaktifan mahasiswa yang akan diterapkan dengan sistem point, dimana mahasiswa harus mencapai batas point tertentu untuk dinyatakan memiliki keaktifan yang baik di kampus sebagai syarat boleh mengikuti ujian.

Akpam ditegakkan bukan untuk memaksa mahasiswa justru program ini memfasilitasi mahasiswa agar luwes bergerak dan melebarkan sayapnya untuk menemukan passion, hobi, cita-cita dan bakatnya sebagai bekal untuk terjun dalam dunia masyarakat. Dengan harapan mahasiswa dapat aktif dan menghidupkan UKM yang ada di kampus, seperti UKM Musik, Forsima, Mapala, Multimedia, Taekwondo, Olahraga, Jurnalistik, Seni dll. Berkaca pada peribahasa yang familiar ditelinga kita, bergeraklah karena di setiap pergerakan ada barokah.

“Taharrak fa-inna fil harakati barakah”

Kebaikan yang ditanam pasti akan kita panen kembali kepada diri kita masing-masing. Baik secara kontan (langsung) ataupun secara kredit (tidak langsung).

Mahasiswa sebagai pemimpin masa depan harus siap memimpin dan dipimpin, membesarkan nama kampus bukan dibesarkan oleh kampus. Kampus akan menjadi besar karena dibesarkan mahasiswanya, maka DEMA bersama seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta akan berada di garda terdepan untuk mengharumkan nama kampus, membawa perubahan menjadi lebih baik dan melebarkan sayap STAIDA ke kancah nasional maupun internasional serta siap melaju bersama menuju Universitas Darunnajah. Dengan demikian DEMA akan banyak mengadakan kegiatan didalam dan diluar kampus untuk mengenalkan bahwa dibelahan bumi ini ada STAIDA dan mahasiswanya yang luar biasa siap berkontribusi untuk bangsa. Sehingga mahasiswa tidak melek walang pada dinamisitas kehidupan, bersifat kompetitif dan mampu bersaing dengan mahasiswa kampus lain.

 “Janganlah kalian bangga sekedar sekolah di STAIDA, karena STAIDA tidak membutuhkan kalian. Tapi buatlah STAIDA bangga dengan keberadaan kalian.”

Kalimat motivasi diatas disampaikan Kak Wahid sebelum penutupan POMADE pada malam hari yang spektakuler itu. Kak Wahid menyampaikan dimanapun kita menuntut ilmu yang kita pelajari sama saja, yang membedakan adalah diri kita sendiri, pergerakan yang kita buat yang membuat diri kita berbeda dan mendapatkan nilai lebih daripada yang malas dan hanya mengikuti arus karena tempat tidak mempengaruhi apa-apa jika kita menjadi makhluk statis.

Sebagai pemungkas podcast tersebut Kak Agan mengutip perkataan Bapak Habibie, “Hidup itu seperti naik sepeda  di gowes jika ingin berjalan, tidak digowes ya tidak bergerak.” Begitu pula DEMA dan kampus sudah menyediakan ladang untuk kita bergerak, sangat disayangkan apabila fasilitas ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Kita gowes bareng-bareng sepeda kita, sepeda kita namanya DEMA Kabinet Revolusi sampai mencapai tujuan kita bersama.” Kata ini menjadi closing statement yang disampaikan oleh Ketua DEMA Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah. Dengan ini DEMA mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif dan bergerak bersama DEMA memajukan Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah hingga maju ke muka dan dikenal oleh dunia.

Demikian podcast perdana yang diselenggarakan DEMA berakhir pada pukul 20.30 WIB, bersama-sama kita sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah Jakarta, mari kita tutup buku lama dan membuka lembaran baru bersama DEMA untuk berjuang menuju masa depan yang gemilang.

Salam pemuda! Hidup mahasiswa!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *