Darunnajah Gerbang Gontor di Ibu Kota

Lembaga pendidikan Islam harus menjadi benteng pertahanan umat, belajar dari salah satu pesantren yang berkontribusi besar terhadap pendidikan bangsa sejak tahun 1926. Sejarah mencatat Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan sumbangsih besar terhadap perspektif manajemen pesantren modern yang menjadi inspirasi bagi Pondok Pesantren Darunnajah yang berkiprah di ibu kota.

Trah Kiai, jiwa keterpanggilan dan gharizah menjadikan pesantren sebagai pendidikan asli Indonesia yang telah terbukti berjasa dan anti penjajah serta penjajahan bernasab ideologis Islamic survival, harakatu attajdiid wal islah (tafsir al-manar).

Semangat ideologis dan pembaharuan dalam pengajarannya menjadikan pesantren sebagai kebun akhirat, yang dengan keikhlasan dan mujahadahnya, Gontor terbimbing oleh Allah menjadi pesantren yang besar.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Trimurti sebagai pendiri membuktikan eksistensi pesantren dengan ciri khas kedisiplinannya mendapatkan pengakuan mu’adalah dari Mesir pada tahun 1957 meskipun para pendirinya tidak ada yang berlatar belakang luar negeri. Namun dengan i’dad kaamil selama 20 tahun, sang kiai mengukir sejarah berprestasi bagi perkembangan pesantren di kancah internasional.

Pondok Modern Darussalam Gontor menyeimbangkan antara pendidikan agama dan pengetahuan umum, dengan mengintegrasikan antara nilai salaf dan sekolah, menjunjung 4 sintesa (Al-azhar di Mesir, Aligarh di India, Syanggit di Mauritania dan Santiniketan di India) juga memadukan teori dan praktek, nilai dan sistem serta penguatan dalam Bahasa Arab dan Inggris sehingga pesantren tidak bersifat jumud atau mabni, akan tetapi selalu berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai mulia pesantren, even the best can be improve, to be good is not enough why not the best?

Perpaduan tersebut dirumuskan dan dikembangkan secara kreatif dengan menghadirkan ruh pesantren disetiap pergerakannya, karna tanpa ruh atau jiwa, pesantren yang mewah sama saja seperti perusahaan.

“Jangan sampai pondok atau personal pondok bisa dibeli, karna segala sesuatu yang berhubungan dengan uang itu murah, sedangkan kita mahal”

Etos Gontori sangat selaras dengan etos Darunnajah sebagai centre of excellent dalam pendidikan kaderisasi sebagai perekat umat dan mempersiapkan calon pemimpim masa depan dengan kualitas kepribadian sebagai bekal diri dan berdiri diatas untuk semua golongan.

Modernitas dalam sistem dan spirit dengan makna Islami menjadikan totalitas perjuangan Darunnajah di Ibu Kota menciptakan keteladanan miliu, kegiatan terarah, pembiasaan dan pengarahan menjadikan pesantren memiliki esensi lain dan nilai yang mahal sebagai hasil memaknai manajemen pendidikan modern dari Gontor.

(DEMA/aramaulidia,danisha)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.