Ada apa saja dengan DEMA Tahun ini?

Dalam sebuah podcast pada tanggal 18 Januari sudah dijelaskan oleh Kak Wahid dan Kak Agan mengenai rencana pergerakan-pergerakan DEMA yang siap menyambut Universitas Darunnajah. Tampak mulai terasa perjalanan ke masa depan yang cerah dibawah tangan para pemimpin muda yang siap memberikan harapan pembaruan khusunya untuk DEMA baik secara pemikiran, inovasi sehingga mampu kedepanya DEMA memiliki ciri khas dan jati diri yang menarik bagi mahasiswa .

Jika kita lihat ke belakang, Intitusi yang memiliki karakteristik tersendiri yang masih bergerak menuju tujuan yang sama menjadi titik awal perbedaan yang mampu diubah menjadi amunisi perubahan.

            Mahasiswa adalah agen perubahan dikalangan muda yang membawa sebuah udara segar bagi bangsa dan negara Indonesia. Kita membutuhkan seseorang yang mampu menjadi perubahan, pemersatu yang memiliki jiwa semangat muda tanpa memandang dari mana mereka berasal.

        Pada podcast yang dihadiri oleh bintang tamu yang sangat seru sekali yang membahas tentang keunggulan program kerja dari masing-masing departemen. Mereka adalah:

1. Ka Benita sebagai departemen minat bakat.

Ka Benita mempunyai program kerja unggulan yang bertujuan agar para mahasiswa mampu mengembangkan softskill di era mineral 4.0.

2. Ka Kartika sebagai departemen SDM (Sumber Daya Mahasiswa)

Ka Kartika memiliki harapan kepada para mahasiswa agar mampu menciptakan mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan juga Ka Kartika memiliki program kerja unggulan salah satunya mahasiswa mengajarkan ilmu-ilmu agama di palestina setelah Sholat ashar dan denga kapasitas kurang lebih 7 orang setiap minggunya

3. Ka Hilmy Rifa’I sebagai Departemen BUMK (Badan Usaha Milik Kampus)

Ka Hilmy mempunyai inovasi dari departemen sebelumnya yaitu penggalangan dana untuk kegiatan DEMA agar lancar yang bersumber dari usaha photo copy agar mahasiswa tidak perlu sulit mencari tempat photocopy untuk mempersiapkan skripsi maupun tugas lainya.

4. Ka Maulana sebagai Departemen Mahasiswa

Ka Maulana ingin menjalankan sebuah alat agar mampu mengontrol mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang aktif. Dengan menciptakan AKPAM yang telah dibahas di podcast pada sebelumnya dengan tujuan sebagai alat untuk mengontrol kegiatan rumusan mahasiswa dengan memulai gerakan apa saja yang dilakukan mahasiswa agar mampu mendorong mahasiswa menjadi aktif yang insyaallah akan dimulai pada tanggal 1 February 2021.

Dalam Podcast tersebut Ka Benitha mengatakan bahwa “ada dua pengetahuan yang harus dikuasai dan diketahui oleh para mahasiswa ketika masih dalam kuliah, pengetahuan itu adalah pengetahuan Softskill dan Hardskill”. Softskill adalah kemampuan yang dimiliki mahasiswa yang didapatkan diluar kegiatan akademik seperti kepemimpinan, olahraga atau kegiatan lainya. Sedangkan Hardskill adalah kemampuan yang didapatkan mahasiswa yang berkaitan dengan latar belakang pengetahuan sang mahasiswa seperti mampu menguasai bahasa inggris yang baik dan mampu menggunakan komputer dengan baik.

BAGAIMANA CARA MEMBAWA TEMAN-TEMAN MAHASISWA SESAMA DEPARTEMEN?

          Dimasa pandemi seperti ini untuk kerja sama masing-masing departemen masih menggunakan daring online seperti Zoom, Video Call dll. “Komunikasi itu penting karena ada orang yang bersifat Introvert dan juga orang yang bersifat Istrovert” ujar Ka Benitha. Setiap masing-masing departemen melakukan evaluasi online yang dipimpin oleh ketua masing-masing departemen yang bertujuan agar masalah dapat diselesaikan denga baik tanpa adanya misscomunication sesama pengurus departemen.

            Memang dibutuhkan usaha yang sangat keras dalam mengembangkan potensi yang ada dalam mahasiswa. Karena kuliah bukanlah hanya ingin mencari dan mendapatkan ijazah lalu keluar dan kerja, tetapi kuliah itu mencari sesuatu potensi yang harus dipersiapkan dalam membangun perubahan kepada negara.

MAHASISWA ITU HARUS SEPERTI APA?

          Mahasiswa teladan yang setiap harinya kuliah? Mau dijadikan apa mahasiswa STAIDA? Kampus harus memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa agar nantinya dapat berkembang dan kreatif sesuai dengan hobby dan minatnya.

            Ada sebuah survey pada tahun 2015 bahwa hanya 10%-15% dari lulusan perguruan tinggi yang terserap dunia kerja pada setiap kali wisuda sarjana. Lalu sisanya kemana? Banyak dari lulusan STAIDA memilih menajdi wirausaha, ada juga yang menunggu menjadi guru pengajar di sekolah favorit dll. Ada dua yang harus diperhatikan di dalam kampus ini yaitu memperbanyak penelitian dan harus berpikir lebih keras untuk mendidik mahasiswanya untuk menjadi seseorang yang mampu berpikir kritis yang mampu menciptakan inovasi yang belum ada sebelumnya. Jadilah mahasiswa yang kuat bukan yang dimarahi lalu menjadi down mentalnya dll, tetapi harus menjadi motivasi agar mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Jangan jadi mental yang seperti TAHU, lemah gampang dihancurin tapi jadilah mental seperti baja yang susah untuk ditaklukan meskipun banyak saingan dari dia” ujar Ka Agan

Mahasiswa itu harus menganggap dirinya seorang pejuang bagi dirinya, kampus dan juga negara. Mahasiswa itu harus menjadi yang bermanfaat bagi oranglain seperti membantu masyarakat yang butuh pertolongan dan membantu orang yang sedang membutuhkan.

Mahasiswa itu jangan hanya cuma gelarnya saja “mahasiswa” karena sebagai mahasiswa, tentu banyak orang yang beranggapan bahwa stereotip yang melekat adalah seseorang dengan kemampuan akademik yang baik dan cerdas dalam bidang akademik maupun non-akademik serta mampu menjadi harapan baru bagi bangsa dan negara

Untuk kalian yang mungkin baru saja melanjutkan pendidikan menjadi seorang mahasiswa harus memiliki 5 sifat wajib yang dimiliki oleh para mahasiswa dalam menjalani masa perkuliahan.

  1. Memiliki pemikiran yang kritis

Sebagai mahasiswa tentu harus memiliki pemikiran yang jauh lebih kritis dibadingkan para santri yang masih MTS dan juga SMA atau MA. Seorang mahasiswa harus memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu hal yang berhubungan dengan hal masa kini.

Berpikir kritis merupakan salah satu karakteristik yang harus dimiliki mahasiswa agar menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa perlu dilakukan inovasi pembelajaran, bukan hanya dalam pembelajaran bahkan kita dituntut untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebagai contoh DEMA tahun ini mereka membentuk sebuah gerakan AKPAM untuk mengontrol dan mengarahkan gerakan mahasiswa agar mampu aktif dalam bidang mahasiswa dalam perkuliahan.

Upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa perlu dilakukan penelitian agar meningkatkan kemampuan berpikir kirtis mahasiswa sebagai contoh mahasiswa jurusan Management Pendidikan Islamyang mampu dituntut dalam berpikir tentang islam pada zaman sekarang agar mampu berpikir tentang apa yang terjadi dengan islam ditahun 2021? Apa yang harus dilakukan sebagai mahasiswa dalam menangani bencana yang terjadi dimana-mana? Dan masih banyak lagi yang harus dipikirikan oleh mahasiswa agar mampu berpikir kritis.

  • Pandai mencari agumen dan menyampaikan pendapat

          Jika mahasiswa sudah memiliki kemampuan berpikir yang kritis tentu saja selanjutnya ia harus mampu beragumen dan menyampaikan apa yang ia pikirikan terhadap sesuatu yang terjadi kepada islam maupun terhadap indonesia. Jangan sampai hanya menyampaikan pendapat lalu tidak ada mampu untuk memberi agumen yang kuat agar tidak mudah dibantah.

Di kuliah STAIDA mahasiswa dituntut dalam bertanya dan menyampaikan pendapat seperti UKM FORSIMA, UKM ini membahas tentang pembahasan dimana mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dalam tema yang telah ditentukan. Selama beragumen mahasiswa diberikan memang benar adanya, sesuai fakta yang ada dan terjadi tentu tidak perlu untuk dipersoalkan dalam mashlahat.

  • Kepercayaan Diri

Sebagai mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi, sangat disayangkan bila mahasiswa dalam pencapaian dalam bidang akademik tidak didukung dengan kepercayaan tinggi yang luar biasa. Mahasiswa pada umumnya memiliki harapan untuk dapat berhasil dan mencapai apa yang menjadi tujuan mereka sendiri. Keberhasilan ditentukan oleh banyak faktor yang harus diahadapi seperti kepandaian, ketrampilan dalam bidang tertentu, dan kepercayaan diri untuk selalu optimis dalam kemampuan sendiri. Kepandaian dan kepercayaan diri seharusnya mampu dapat berjalan seimbang. Orang yang pandai namun kepercayaan dirinya rendah kurang dapat mengembangkan kepandainnya.

Mahasiswa menempuh kuliah satu semester selama 6 bulan, dengan mengambil beberapa SKS pada setiap semester yang dia lalui. Pada akhir semester mahasiswa akan memperoleh hasil belajar dalam bentuk IPK (Indeks prestasi Kumulatif) yang mengalami perubahan pada setiap semesternya. Terdapat mahasiswa dengan prestasi belajar yang tinggi dan mahasiswa dengan prestasi belajar yang rendah. Mahasiswa dengan proses pembelajaran yang tinggi memiliki kemampuan dalam mengenali potensi serta kemampuan yang mereka miliki, sehingga mereka memiliki keinginan yang tinggi dalam mencapai prestasi belajar yang baik.

Terkadang mahasiswa STAIDA memiliki masalah dalam meningkatkan kepercayaan dirinya dalam masa perkuliahannya, sehingga mampu menghambat dalam kepercayaan dirinya, antara lain: 1. Mahasiswa sering merasa khawatir ketika presentasi didepan kelas karena belum mempersiapkan materi dengan baik 2. Mahasiswa hanya mengandalkan teman dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun saat mengerjakan ujian 3. Mahasiswa takut untuk bertanya dan malu dalam menyampaikan pendapatnya sehingga takur pendapat yang dia sampaikan salah padahal belum tentu salah.

  • Bergaul dan mudah bersosialisasi

          Tidak seperti saat kita masih menjadi santri atau siswa yang bergaul sudah melihat dari segi predikat, sangat beda sekali dengan mahasiswa. Perlu adanya sifat sosialisasi dalam bergaul untuk memudahkan dengan orang-orang baru sebab tentu hubungan relasi yang kuat mampu membuat pemikiran yang jauh karena kita akan bertukar pikiran saat kita ngobrol dan memikirkan sesuatu. Percuma saja bila kita sudah menyandang status sebagai mahasiswa bila justru kita terlalu tertutup dan tidak bergaul

5. Mandiri

          Jika sebelumnya saat masih berada dipesantren maupun disekolah menengah akhir, kita cenderung diawasi dari segi akademik dan tingkah laku, maka saat sudah berada diperguruan tinggi tentu semua hal tersebut menjadi tanggung jawab sendiri. Kamu harus mampu bertanggung jawab atas pencapaian akademik maupun tingkah laku yang kamu perbuat dilingkungan kampus STAIDA, hal itu sering terjadi yang membuat mahasiswa wajib memiliki sifat mandiri yang sangat tinggi

            Sikap kemandirian merupakan kemampuan mengatur hidupnya, memanahemen waktu dan madniri dalam memecahkan setiap masalah yang ada dihadapanya. Sikap seperti inilah yang sangat penting bagi mahasiswa. Agar mampu menjadi manusia yang mandiri dan berdikari. Ketika masih duduk di MTS maupun SMA atau MA, terkadang mahasiswa masih terbiasa dimanjain oleh kedua orangtuanya. Sehingga ketika sudah berstatus mahasiswa, mereka sulit beradaptasi dengan lingkungan kampus, karena dirumah sering bersama orang tua (bagi mahasiswa yang dari luar pesantren).

            Permasalahan yang terjadi selama ini tidak memiliki sikap kemandirian, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantara faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal, sering kali mahasiswa memiliki sifat tidak percaya pada apa yang akan dikerjakan. Contoh dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, seringkali mahasiswa merasa malu jika kuliah sambil bekerja. Padahal itu sangat penting untuk menumbuhkan pengetahuan dan wawasan bagi mereka.

            “Kuliah Bukanlah hanya mencari ijazah tetapi mencari keberkahan dari apa yang kita lakukan.” Kata ini menjadi tamparan yang sangat keras bagi mahasiswa untuk menyadarkan para mahasiswa bahwasanya mahasiswa itu bukan hanya sekedar kuliah saja, tetapi mahasiswa harus mampu menajdi orang yang bermanfaat bagi orang lain agar mampu mendapatkan keberkahan dari ilmu apa yang didapatkan. Dengan ini DEMA mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif dalam segala bidang agar mampu menjadi harapan bagi bangsa dan negara ini.

            Jadikanlah  pergerakan mahasiswa agar mampu membangun tekad yang kuat dari diri mahasiswa masing-masing untuk membangun negeri indonesia menjadi lebih baik, karena suatu hari nanti mahasiswalah yang akan menjadi pemimpin dan pengelola bangsa ini.

            Salam Pemuda! Hidup mahasiswa!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *